Born of Gilingantebu

Pada zaman dahulu kala di sebuah rumah mungil di tepi hutan yang asri, disambut oleh kicauan burung-burung kecil yang bermain riang di sebuah pohon di pinggir danau teratai. Lahirlah seorang bayi mungil yang amaaaaaat manis. kulitnya bersih, hidungnya yang mungil mancung, bibir kecilnya yang bergerak gerak lucu saat menangis, juga pipi tembemnya yang bergoyang menggemaskan saat dia tertawa. Matanya yang lebar dan jernih, menatap dengan takjub dunia barunya, seolah-olah dia berkata “mama haus…nenennn(lho). Karena teramat manisnya bayi mungil itu,maka kedua orang tuanya, pak Romeo dan ibu Juliet, memberinya nama “TEBU”, namun ceita masih berlanjut ketika tiba saat dimana pak Romeo membuatkan akte kelahiran di antor KUA.

Ceritanya begini, pagi itu mentari bersinar hangat, burung burung kecil bernyanyi bersahut-sahutan, ikan-ikan cupang berkejar kejaran di danau teratai yang airnya begitu jernih. Tebu digendong mamanya membonceng ayahandanya menaiki kuda besi vespa tua, tujuan daripada mereka tak lain dan tak bukan adalah Kantor Urusan Agama untuk dimana membuatan akte kelahiran bagi tebu kecil yang manis. Sampai di depan petugas KUA, sang ibu itu (petugas KUA) terpana melihat tebu kecil “gilingannn.. manisnya…” gumamnya, ketika diberi tahu (oleh pak romeo) bahwa namanya tebu, sampai sampai sang petugas salah mengetikan namanya menjadi “GilinganTebu“. Begitulah giliangantebu tumbuh menjadi manusia manis yang selalu berbuat manis unu dunia ni agar tetap manis.

Cerita tentang tebu masih sangat mans dan banyak untuk diceritakan, namun dengan pertimbangan meminimalkan “efek samping” jika apabila

terlalu manis maka… slank
manis+manis+manis+manis=… pahit
kebanyakan gula bisa…… kencing manis

Singkat cerita tebu berusaha terus menggiling kisah kisahnya dalam gilingantebu sehingga sari sari manisnya terekstrak dan dapat menjadi gula yang bermanfaat memaniskan dunia yang indah ini. Tebu terus berusaha membuat gilingantebu yang manstap dengan alat alat dan instrumentasi penting semisal Penggiling Home Page” My Super QiLingan” juga tak lupa untuk melestarikan budaya bangsa dengan tetap menggunakan “Ha na ca ra ka” (JawaScript / AksaraJava) juga atas inspirasi dari manusia manis asal negeri sakura…. “Kyoko Fukada“. yah.. akhirnya….


semoga hidup ini terus bertambah manis…
dan ingat
kau tak akan tahu betapa manisnya dunia ini bila kau tak pernah merasaan pahit ®

Born of Gilingantebu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s