SAY NO to kenaikan harga BBM!

Huebat!! SMS merah memang sangat heboh, dan berhasil mengalihkan perhatian bangsa ini dari rencana kenaikan BBM. blogger2 pun tidak atau belum banyak yang melakukan penolakan terhadap rencana kenaikan BBM. Banyak dan rame menggaung2kan kehebohan sms merah dan berita bohong lainnya. entah disengaja oleh orang2 yang berkepingan atau tidak, SMS merah cukup sukses menjalankan misinya. tanya kenapa….

Sejak dari pertama pemerintah mengumumkan rencana tentang kenaikan harga BBM (lagi), saya sebenarnya langsung ingin mengkritisi dan menolak rencana tersebut. Namun saya menahan diri dan mencoba melihat dulu sisi baik yang (mungkin) ada dibalik rencana pemerintah ini. Sesuai dengan filosofi gilingantebu… digiling dulu tebunya, walaupun sebosok2 tebu(ide menaikkan BBM lagi), semoga masih ada rasa manis yg bisa diambil… tsah… hehe🙂

Alasan:
Apa alasan pemerintah dengan rencana menaikkan BBM??? yang saya tangkap (dan saya sederhanakan) sih cuma 2 pada intinya
1. Harga minyak dunia yang naik.
2. Yang menikmati BBM 80% orang mampu.
alasan-alasan politis dan nonpolitis yg lain ndak taulah saya….

Solusi:
Solusinya adalah memberikan BLT(Bantuan langsung Tunai) kepada rakyat yang tidak mampu.

Akibat:
harga komoditas, beras, minyak goreng, ikutan2 naik.
demo dimana2.

Analisis saya:
1. Harga minyak melambung bukannya ga ngaruh ya??? kan secara negara kita adalah pengekspor minyak. dan buktinya, pada masa mbah Harto dulu, harga minyak dunia melambung malah meningkatkan pundi2 APBN kita. Apa minyak kita berkurang sekarang, kalaupun gitu, pastilah ga terlalu ngaruh lah… tombok juga dikit doang.
2. 80% yang menikmati orang mampu??????? really???? nilai yg disebutkan bapak wapres bener2 saya pengen tanya darimana tuh data??? bagaimana dengan tukang ojek? angkutan umum? bukannya seluruh komoditas kebutuhan pokok dikirimkan pake kendaraan? tentu ini sangat banget sekali berpengaruh bahkan ke orang2 kecil.

Jadi saya sampai pada kesimpulan
Buat apa sih pake naik2kin BBM segala? bukannya nyejahteraain rakyatnya, malahan bikin sengsara, bikin susah… BLT??? please deh.. BLT tuh ga ada gunanya… kagak ngaruh. kalo harga beras naik, minyak goreng naik, harga makanan bergizi naik, angkutan kota naik… kaga ngefek. malah nyengsarain, besarnya juga cuma 100ribu. Kalo ada yg bilang BLT malah bikin mental rakyat makin parah, BETUL, saya setuju.. mental ngemis dan mental nggak mau berusaha. Tolong pak presiden.. dipikirin lagi. harga BBM naik yang nanggung juga bukan cuma 80% yang pak wapress bilang. rakyak kecil semua ikut nanggung, tambah susah…

Dan proses yang terkesan lambat ini (seperti kata Bu Mega) malah dampaknya besar.. BBM belum naik aja harga2 udah naik, Pasokan BBM yang sebenernya normal, jadi cepat habis karena masyarakat panik…

Tolak kenaikan BBM!!!!!!.

SOlusi saya:

Ok, saya gamau cuma mengkritik tanpa memberi solusi, bisanya cuma mencela, dan da mendukung. Okelah, sekarang saya coba mendukung, mungkin maksud baik pemerintah adalah mentransfer subsidi yang untuk BBM agar bisa dinikmati oleh rakyat miskin dengan BLT. Maksudnya baik sih.. tapi dengan menaikkan harga BBM, saya pikir itu bukan “menyelesaikan masalah tanpa masalah” tapi “menyelesaikan masalah dengan bikin masalah baru dan nambah2in masalah”. Dan BLT itu ga ada artinya sama sekali kalau harga BBM naik dan diiringi naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. dan malah membuka pintu2 dan pos2 korupsi dan penyelewengan dana.

Solusi pertama
yang terpikir adalah pajak kendaraan (pribadi). Toh yang menikmati subsidi BBM adalah orang yang punya kendaraan. kenapa tak kau naikkan saja pajaknya. Mahasiswa pun tidak akan protes, karena mereka tidak secara langsung membayar bensin, karena yang mbayar ya orangtuanya yang mbelikan dia kendaraan. makin mahal kendaraan, makin mahal pajaknya, dan ini yang masuk ke APBN sebagai pengganti subsidi BBM. kalo ndak mau mbayar pajak ya naik kendaraan umum saja.

Tapi… sepertinya pajak juga kurang bisa dipercaya, karena bocor dan dikorup dimana-mana.

Solusi kedua,
sebenernya ya sama aja yg petama. mungkin ide saya diamini dan saya juga mengamini ide seorang bapak dari Solo (kalo ga salah) dari Suara Pemirsa MetroTV tadi malam. Pendapat beliau setiap tahun, saat pemilik kendaraan membayar pajak kendaraan bermotor, ditambah dengan membayar dana mengganti subsidi. dan kalo memang masih ingin BLT, BLT yang diberikan akan lebih berarti karena harga kebutuhan tidak ikut naik.. tul ga?

Saya pikir itu solusi terbaik yahh cukup baik lah… semoga pak presiden mbaca blog saya, dan bisa dijadikan bahan pertimbangan… hehe (mimpi aje kali). Pak pres baik deh, kalo emang ide saya disetujui, saya coblos lagi deh tahun depan… hehe. eh ngomong2 soal presiden nih. Saya support dan saya suka kok sama Pak Pres Sus, tapi Pak wapresnya itu loh.. Pakde Jusuf.. nih orang agak nyebelin dan kayaknya keputusan2nya (terutama di bidang ekonomi) kurang oke dah.. atau kayaknya dia memang punya tujuan2 tertentu x ya… wups.. tanya kenapa…

Yah akhirnya.. apapun yang diperjuangkan pemerintah semoga memang sepenuhnya untuk kesejahteraan Indonesia.. Amin.. MERDEKA!!

SAY NO to kenaikan harga BBM!

5 pemikiran pada “SAY NO to kenaikan harga BBM!

  1. BLT, sepertinya klasik. Tampaknya pemerintah tak pernah belajar dari kesalahan masa lalu. kok kayak keledai aja. Dari dulu selalu memberi umpan. Seharusnya pemerintah memberikan kail. atau dengan kata lain, daripada memberikan uang tunai, mendingan menciptakan lapangan pekerjaan.

    saya sih lebih setuju usul yang disampaikan ketika di acara apa kabar indonesia malam. Lupa siapa namanya. Beliau mengusulkan agar hanya kendaraan umum yang diperbolehkan membeli BBM dengan harga subsidi. Selain kendaraan umum, harus membeli dengan harga non subsidi.

    Cuma yang menjadi masalah adalah bagaimana pengawasannya. Bisa saja petugas di pom bensin bermain curang.
    Lalu bagaimana pula nasib kendaraan pengangkut sembako. bagaimana membedakannya. hm..

    Mengenai kenaikan pajak kendaraan menurut saya kok relatif. Karena pajaknya dipukul rata tanpa memandang jumlah pemakaian BBM nya. Saya kok lebih setuju kalo pajak kendaraannya di pindah sebagai pajak pada saat membeli bensin. Atau dengan kata lain kayak PPN bensin gitu. Jadi semakin banyak membeli bensin, semakin mahal total pajak yang harus dibayar. Sekaligus bisa belajar menghemat BBM juga.

    Dari sisi konsumen, kalau pemakaian BBM kita hemat, akan jauh lebih murah jika pajak dikenakan di depan dan per jumlah BBM. Dicicil lah. Daripada dibayar langsung dimuka.
    🙂

    Tampaknya pemerintah perlu melibatkan masyarakat dari berbagai golongan untuk memutuskan solusi yang tepat. Pada dasarnya tidak ada solusi yang tepat. Setiap solusi pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Cuma kok pemerintah cenderung tidak pernah melibatkan rakyat dalam memutuskan solusi untuk rakyat. Padahal negara ini milih rakyat.😦

  2. ha5.. no comment. mau nya pemerintah kayak gitu. kita bisanya cuma, kritik, demo, atau ikutan jadi org DPR.. (vote for slank). be behind the screen aj daah.. last option: be good and be realistic, no politic, but more socialized

  3. @EsTehTawar:
    Solusinya oke juga. Ya betul, banyak sebenarnya solusinya daripada menaikkan harga BBM. Tapi kenapa harga BBM harus naik?

    @elmo:
    setuju, pemerintah seakan menyelamatkan dirisendiri, cari cara termudah menyelamatkan pemerintah. (yang belum tentu menyelamatkan rakyat).
    Saya posting baru lagi ngebahas ini.

    @kyra:
    btul, memang kita cuma bisa mengkritisi. So, selama kita bisa mengkritisi, kenapa tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s