Main jangan-janganan

Sudah sebulan ini kakak sepupu gw pindah ke jakarta, sekeluarga. Keluarga kecil dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 5 tahun. Asal mereka dari daerah jawa tengah, dekat purwokerto “the ngapak city”.
Lingkungan baru, teman baru, bahasa baru, begitulah yang dialami oleh keponakan gw.

Jadi ceritanya, siang itu, ponakan gw bermain dengan teman barunya di dekat rumah. Keponakan gw mengajak mereka “yuk, main jangan-jangannan yuk!!”. Dan teman-teman baru dia terhenyak dan sedikit kaget dan sedikit takut, ih main jangan-janganan, permainan apa itu? permainnan yang dilarang?? permainan yang ga boleh? permainan kok jangan. Akhirnya teman-teman dia pulang, dan singkat cerita keponakan gw itu tidak jadi main jangan-janganan bersama teman2nya.

Usut punya usut, ternyata yang dimaksud adik keponakan gw adalah main masak-masakan. kata “jangan” kalau di jawa tengah bisa berarti “sayur”, misal

“jangan godong pohung” = “sayur daun singkong”,
“jangan asem” = “sayur asem”,
“jangan gandhul” = “sayur daun pepaya”, dll, dsb.

jadi “jangan-janganan” berarti bermain seolah sedang njangan (memasak sayur).

hahaha… oo ngono to

Yuk, main jangan-janganan…

Main jangan-janganan

8 pemikiran pada “Main jangan-janganan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s